Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

MENULISLAH

MENULISLAH Muhammad Qowy Menulislah Agar setiap protet kehidupan tertata rapi dalam kertasmu Menulislah Agar segala keluh kesah tumpah merata di sekujur lembaranmu Menulislah Agar kau tak bingung harus kemana engkau mengadu Menulislah Agar semua orang tahu betapa indahnya pahit kehidupanmu Menulislah Agar namamu yang sederhana mengalir sahdu di setiap kalbu Menulislah Agar cakrawala dunia terbuka oleh karyamu Jombang, 29 September 2015

CUKUP JADILAH MANUSIA

CUKUP JADILAH MANUSIA Muhammad Qowy Tak perlu menjadi musuh Israel untuk membela Palestina, Cukup Jadilah Manusia untuk membela mereka. Tak perlu menjadi Orang Timur Tengah untuk membantu Palestina, Cukup Jadilah Manusia untuk membantu mereka. Tak perlu menjadi Orang Besar untuk mendukung Palestina, Cukup Jadilah Manusia untuk mendukung mereka. Tak perlu menjadi Orang Islam untuk mendoakan Palestina, Cukup Jadilah Manusia untuk mendoakan mereka. Jombang, 17 Juli 2014

AKU AKAN MENCINTAIMU, NANTI

AKU AKAN MENCINTAIMU, NANTI Muhammad Qowy Aku tidak bisa mencintaimu di kehidupan ini Bukan karena aku tidak mencintaimu, ini hanya masalah waktu yang susah untuk ditipu Aku tidak bisa mencintaimu di kehidupan ini Bukan karena aku membencimu, ini hanya soal hati yang belum bisa bertemu dalam satu waktu Aku memang tidak bisa mencintaimu di kehidupan ini Tapi kupastikan, aku akan mencintaimu sepenuh hati di kehidupan nanti Walau dengan wujud yang berbeda sekalipun, aku akan tetap mencintaimu setulus hati Aku akan mencintaimu di kehidupan nanti Janji ini kupastikan keluar dari hati Peterongan, 6 November 2014

SAJAK SETIA

SAJAK SETIA Muhammad Qowy AKU MENCINTAIMU DI KEHIDUPAN INI DAN NANTI AGAR KAU TAHU BETAPA CINTA INI BENAR-BENAR ABADI AKU MENCINTAIMU DI KEHIDUPAN INI DAN NANTI AGAR KAU MENGERTI BETAPA SEJATINYA HATI INI AKU MENCINTAIMU DI KEHIDUPAN INI DAN NANTI AGAR KAU MEMAHAMI BETAPA AGUNGNYA RASA INI Jombang, 06 November 2014

SAJAK SANG GURU

SAJAK SANG GURU Muhammad Qowy Aku guru biasa. Kecerdasanku di bawah rata-rata guru pada umumnya. Cahayaku tak lebih dari terangnya lilin yang hampir redup dimakan masa. Pesonaku tak lebih dari indahnya lukisan garis anak usia balita. Bahkan Kejeniusanku pun tak lebih dari kepintaran maling ayam di desa. Aku guru biasa. Tidak ada keahlian yang dapat kuandalkan. Tidak ada metode brilian yang dapat aku terapkan. Senjataku hanya menyampaikan apa yang aku punya, dan itu pun tak sebanding dengan kebutuhan siswa pada umumnya. Aku guru biasa. Rasanya ucapan selamat hari ini terlalu lucu untuk kuterima. Masih terlalu jauh nama guru dalam artian sesungguhnya, berada dalam tubuhku yang jauh dari kata sempurna. Aku guru biasa. Selamanya akan tetap biasa. Sampai engkau terbiasa dengan aku yang biasa. * Aku guru biasa Muhammad Qowy - 25/11/14

GADIS ITU FE

GADIS ITU FE Muhammad Qowy Kerudung khasnya tergulai, matanya menatap sayup. Ia melanjutkan kesibukannya. Mempelajari kisah usang mungkin bukan ruhnya. Dia kaum Hawa yang menjunjung kemerdekaan bagi sesamanya. Mengungkap peristiwa lewat guratan cerita. Mengubah derita menjadi seribu syair pepatah. Akulah saksi bisunya. Kini dia menasbihkan renungnya, merisalkan emosinya. Lalu duduk di pelataran Denawa, menertawakan dunia. "Akulah Ratu Nirwana!", katanya. Aku masih menjadi saksi bisunya. Selendangnya berukiran bunga, indah di setiap ditelnya. Dia mengibas ke arahku. Aku masih di sana. Dia menebas sesuatu. Aura. Aku tak ingat lagi. Mataku masih menatapnya. Sedetik lalu aku masih percaya ini bukan kisah nyata. Kini Aku tak bernyawa. Kesaksianku usai ditelan Dewa.